Kuliner Kopi

Blog Informasi Seputar Warung Kopi

Kopi Gurih Racikan Bu Umma (Bagian 1)

Kopi Gurih Racikan Bu Umma (Bagian 1)
Biji Kopi, Beras dan Kelapa

Catatan Ubay KPI

Siapa Bu Umma?
Ialah nenek tua dengan empat puluh lebih cucu dari 11 anaknya. Nama aslinya adalah Tarsia. Meski usianya sudah menginjak usia 80 tahun, namun sosok nenek satu ini masih cukup kuat beraktivitas, apalagi dalam urusan mengolah kopi.
Di kampungnya, di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, dalam urusan menyangrai dan memasak kopi, Bu Umma sangat dikenal oleh masyarakat. Hasil gorengan kopinya dikenal sangat gurih, maka tak heran, bila banyak masyarakat sekitar sering berkunjung ke rumahnya meski hanya sekedar ingin mencicipi kopi gurih racikan Bu Umma.
Bila melihat paduan bahan yang diolah sebagai pencampur kopi, tidak ada bedanya dengan masyarakat sekitar. Sama saja, masyarakat sekitar meyakini gurihnya olahan kopi Bu Umma karena kelebihan tangan dan bagian dari keistimewaannya.
Beberapa bahan yang dijadikan campuran dalam menyangrai kopi yang biasa, adalah irisan kelapa dan beras, sama biji kopi robusta.
Banyak tetangga yang belajar meniru racikan olahan kopinya, namun soal rasa, tidak sama dengan racikan yang diolah Bu Umma. Entah mengapa, masyarakat sekitar juga heran.
Sedikit penuturan Bu Umma soal meracik kopi agar terasa gurih dan nikmat saat dinikmati. Dua kilo biji kopi ditambah dengan setengah kepala diiris tipis, dan ditambah dua kaleng beras bekas susu.
“Itu saja, gabungkan semuanya, cuci, tiris, lalu goreng,” ucapnya.
Meski biji kopi dicampur dengan beras dan kelapa, Bu Umma mengaku tak mudah cepat basi dan aroma berubah. “Tidak ngaruh, karena digorengnya sampai garing,” ujarnya.
Ilmu menggoreng kopi tersebut menurutnya didapat dari orangtuanya kala masih hidup.

No comments:

Post a Comment

Adbox