Kuliner Kopi

Blog Informasi Seputar Warung Kopi

Warung Kopi Menjadi Tujuan Wisata

Warung Kopi Menjadi Tujuan Wisata

Catatan Ubay KPI

Beberapa kota dan daerah di Indonesia yang telah saya kunjungi, tak banyak warung kopi menjadi tempat wisata tujuan.
Lebih banyak, daerah lebih gencar memesarkan keindahan alam, tempat bersejarah, atau mall untuk dijadikan tempat wisata.
Beberapa kota yang saya tahu menjadikan warung kopi atau kopi sebagai identitas sekaligus tempat wisata tambahan, seperti Aceh, Bandung, Yogyakarta, dan Lampung. Juga Pontianak.
Untuk Kota Pontianak, belakangan sangat gencar melakukan kampanye kopi dan warung kopi sebagai tempat wisata baru selain Sungai Kapuas-nya. Siang tadi, saya membaca sebuah postingan pada blog saudara Galih Yoga yang menceritakan tentang perjalanannya selama di Pontianak, khususnya saat ia bersama kedua rekannya menyisir tepian Sungai Kapuas menggunakan sepeda pada awal Oktober lalu. 
Wisata ini ia lakukan bersama Tamasya Puri Wisata dengan program barunya Cycling Tour Kapuas Riverside. Selama wisata, ketiganya ditemani Herfin, penggagas dari Cycling Tour Kapuas Riverside. Selain mengunjungi tempat wisata seperti bangunan bersejarah dan tempat-tempat nyaman di Pontianak, Cycling Tour Kapuas Riverside juga mengemas perjalanan dengan bersantai di warung kopi.
Enak banget rasanya ikut program ini. Tamasya Puri Wisata satu tahun terakhir ini sangat aktif ikut menyemarakkan kampanye warung kopi di Kota Pontianak yang telah didukung penuh oleh Pemerintah Kota Pontianak dengan Coffee Street Area di Jalan Gajah Mada.
Salah satu tujuan wisata warung kopi bersama Cycling Tour Kapuas Riverside saat itu, ialah Aming Coffee di Jalan H. Abbas. Satu dari tiga warung kopi favorit yang ada di Kota Pontianak. 
Dari beberapa foto yang saya lihat, nampak kebersamaan antara Galih Yoga, Amalia Rahayu, Herfin dan satu rekannya menikmati kenyamanan duduk di warung kopi di Pontianak. Mungkin baginya menjadi catatan perjalanan sekaligus oleh-oleh sepulangnya ke Kota Salatiga tempat mereka bertiga tinggal.
Tak hanya itu, sering saya dengar dari kawan-kawan, pada tiga tahun terakhir ini kerap warung kopi tak hanya dikunjungi oleh kalangan menengah ke bawah. Mereka yang kelas menengah ke atas sekalipun, ternyata kerap menjadikan warung kopi sebagai tempat santai. Bahkan, pejabat dari ibukota negara sekalipun, kadang menyempatkan menikmati wisata warung kopi di Kota Pontianak sebagai agenda tambahan.
Untuk kalangan pejabat yang kunjungan kerja ke Pontianak, hati-hati ya duduk di warung kopi di Pontianak, jangan sampai biaya makan dan minum selama di warung kopi menggunakan uang APBN atau APBD. Hehehehehehehehehehe.

3 comments:

  1. Baru pertama kali inih ngrasain ngunyah biji kopi di dalem cangkir kopi. He2...unique experience. Thx bang herfin. Thx mas ubay bwt tulisannya :)

    ReplyDelete
  2. Biji kopi dalam segelas kopi hanya dijumpai di Pontianak kan Mbak Amalia Rahayu.
    http://www.borneokopi.com/2015/01/khas-kopi-aming-biji-kopi-dalam-segelas.html

    ReplyDelete

Adbox