Kuliner Kopi

Blog Informasi Seputar Warung Kopi

WK Asiang ; Buka Subuh Tutup Tengah Hari

WK Asiang ; Buka Subuh Tutup Tengah Hari

OLEH UBAY KPI

Sreeeetttttttt, bunyi pintu ruko di subuh buta mulai terdengar. Dilanjutkan dengan bunyi kayu yang beradu dengan keramik kala meja-meja mulai dikeluarkan. Kursi berkaki besi pun ikut menyusul mengawali persiapan untuk membuka kedai kopi.
Asiang, dengan celana pendek dan kaos oblong pun menata bagian depan dengan gas, kompor, teko, dan peralatan lainnya untuk meracik kopi. Karyawan lainnya menyiapkan air, gelas, ada pula menata kursi-kursi. Langsung tancap gas, Asiang memanaskan air lengkap dengan susu, kopi, dan gula sudah ada di hadapannya.
Tak lama berselang, dua pengendara memarkirkan kendaraannya di depan tempat penyajian. "Kopi bos," kata salah satunya yang telah dikenal pelanggan setia WK Asiang.
Ngopi pagi pelanggan setia WK Asiang
 Dengan cepat, Asiang mengangkat teko, kopi, untuk dijadikan kopi saring. Dengan cepat, Asiang mengangkat secara berirama teko berisi air mendidih, kemudian bergantian, adukan kopi diangkat setinggi mungkin. Kopi saring pun jadi, dan siap disajikan dengan ditambah gula setiap gelasnya.
Tidak susah untuk menjumpai warung kopi satu ini. Cukup masuk ke Jalan Agus Salim, akan bertemu dengan Jalan Merapi, di situlah tempatnya. Hanya berjarak 50 meter dari arah masuk, sebelah kiri akan berpapasan dengan warung kopi yang kami maksud.
Asiang akan menuang bubuk kopi ke dalam teko
 Hari ini, nampak ramai sekali berkunjung ke warung ini. Sedari buka, seakan Asiang tiada henti mengangkat tekonya meracik kopi untuk pengunjung. Kala matahari mulai terbit, pengunjung kian ramai, dengan suara lantang kadang kala Asiang menyebut pesanan. Pertanda sajian sudah siap, karyawannya harus sigap untuk mengantar kepada pemesan.
Dari pantauan borneokopi.com dalam beberapa hari terakhir, puncak keramaian di warung kopi yang juga biasa disebut Warung Kopi Merapi, karena berada di Jalan Merapi ini, antara jam 5-9 pagi. Di jam-jam tersebut pengunjung harus sabar menunggu kursi kosong. Kalau pun ada, biasanya keduluan pengunjung yang lain. Kadangkala, pengunjung duduk berdempetan biasa sampai 7 atau 8 orang dalam setiap mejanya.
Angkat tinggi-tinggi bos
 Kian siang, WK Asiang makin berkurang. Jam 1 siang, warung kopi ini sudah tutup. Berbeda dengan warung kopi lainnya yang buka hingga tengah malam dari pagi.
Di WK Asiang, juga bisa sarapan sate juga loh

Nyantai ya bro, seruput kopinya

Asyik, ramai kan pengunjung WK Asiang

6 comments:

  1. @Hendra Cipta. Blognya tmbah postingannya bro. Sayang klo tak dipelihara.
    Kapan2 nyoba di warkop lainnya, wisata kopi sekalian bro.

    ReplyDelete
  2. Gile sensasi nya....duduk minum 1 gelas 5000...tp duduk minum rame2 10 gelas 140000...beli lebih banyak lebih mahal...promo yg bagus, marketing nya pintar...udah minum wajib bayar...wkwkwkwkwkwm

    ReplyDelete
  3. Sangat setuju sekali dengan pendapat sampean mas.. Salam pecinta kopi kopi hijau

    ReplyDelete

Adbox